Monday, 19 May 2014

TUGAS SOFTSKILL MATERI BULAN KETIGA


Exercise 35: Passive Voice

1.  The president is called (by somebody) every day
2.  The other members are being called by John
3.  Mr. Watson will be called (by somebody) tonight
4.  Considerable damage has been caused by the fire
5.  The supplies for this class should be bought by the teacher


Exercise 36: Causative Verbs

1.   Leave
2.   Repaired
3.   To type
4.   Call
5.   Painted
6.   Write
7.   Lie
8.   Sent
9.   Cut
10.  To sign
11.  Leave
12.  To Wash
13.  Fixed
14.  Published
15.  Find



Fungsi Causative 

Causative digunakan ketika menginginkan seseorang untuk melakukan sesuatu untuk kita atau kita menginginkan sesuatu tersebut terselesaikan untuk kita. Ada dua jenis bentuk causative, yaitu active Causative dan Passive Causative

Rumus dan Contoh Penggunaan Causative
1.    Active Causative (Subject menyebabkan object melakukan sesuatu)
Subject + (have - had/make - made/let/help) + Object (person) + Verb 1

Contoh:
She had John clean this room.
(Artinya: Dia menyuruh/meminta John membersihkan ruangan ini)
They make us help them every morning.
My mother has my uncle kill the dog.
Subject + (ask/get - got/allow) + Object (person/ orang) + to + Verb 1

Contoh:
She got John to clean this room.
(Artinya: Dia menyuruh/meminta John membersihkan ruangan ini)
We got the boy to repair the car yesterday.
They ask me to send the letter.
CATATAN:
Pada kalimat Active Causative, Object-nya adalah orang dan menggunakan kata kerja bentuk pertama (VERB 1).
2.    Passive Causative (Subject menginginkan object diselesaikan oleh seseorang)
Subject + (have - had/get - got) + Object (thing/ benda) + Verb 3

Contoh:
She got this room cleaned.
(Artinya: Dia menyuruh/meminta ruangan ini dibersihkan)
My father had the car painted in the garage.
We have our clothes cleaned at the dry-cleaned.

CATATAN:
Pada kalimat Passive Causative, Object-nya adalah benda dan menggunakan kata kerja bentuk ketiga (VERB 3).

Thursday, 17 April 2014

OSI LAYER



Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Standardization for Organization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya selama proses transfer data berlangsung.
  




PHYSICAL LAYER
Lapisan fisik (Physical Layer) merupakan lapisan dasar dari semua jaringan dalam model referensi OSI dimana lapisan ini berfungsi untuk mentransmisikan sinyal data analog maupun digital. Physical layer menggerakkan arus bit (sinyal) dari satu titik ke titik lain melintas melalui penghantar, dalam hal ini kabel network, mulai dari transmitter (perangkat yang mengirimkan sinyal) dan berhenti pada receiver (perangkat yang menerima sinyal). 

DATA LINK LAYER 
Lapisan data-link (Data Link Layer) adalah lapisan kedua dari bawah dalam model OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik

NETWORK LAYER
Lapisan jaringan (Network layer) adalah lapisan ketiga dari model referensi jaringan terbuka OSI. Lapisan ini bertanggung jawab untuk melakukan beberapa fungsi, yaitu berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan Router dan Switch layer-3 (Switch Manage)

TRANSPORT LAYER 
Lapisan transport (Transport Layer) adalah lapisan keempat dari model referensi jaringan terbuka OSI. Lapisan transpor bertanggung jawab untuk menyediakan layanan-layanan yang dapat diandalkan kepada protokol-protokol yang terletak di atasnya.

SESSION LAYER
Lapisan Session (Session layer) adalah lapisan kelima dari model referensi jaringan terbuka OSI, yang mengizinkan sesi koneksi antara node dalam sebuah jaringan dibuat atau dihancurkan.

PRESENTATION LAYER
Lapisan presentasi (Presentation Layer) adalah lapisan keenam dari model referensi jaringan terbuka OSI. Pada lapisan ini terjadi pembuatan struktur data yang didapatnya dari lapisan aplikasi ke sebuah format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan.

APPLICATION LAYER
Lapisan aplikasi (Application Layer) adalah lapisan ketujuhdari model referensi jaringan terbuka OSI. Pada layar ini berurusan dengan program komputer yang digunakan oleh user.program komputer yang berhubungan hanya program yang melakukan akses jaringan,tetapi bila yang tidak berarti tidak terhubung dengan OSI

PERAMALAN PERMINTAAN BARANG


PERAMALAN

Peramalan adalah proses untuk memperkirakan beberapa kebutuhan dimasa datang yang meliputi kebutuhan dalam ukuran kuantitas, kualitas, waktu dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang ataupun jasa. Selain itu peramalan juga didefinisikan sebagai seni dan ilmu untuk memperkirakan kejadian di masa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan data masa lalu dan menempatkannya ke masa yang akan datang dengan suatu bentuk model matematis. Bisa juga merupakan prediksi intuisi yang bersifat subjektif. Atau bias juga dengan menggunakan kombinasi model matematis yang disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer.
Peramalan (forecasting) merupakan alat bantu yang penting dalam perencanaan yang efektif dan efisien khususnya dalam bidang ekonomi. Peramalan mempunyai peranan langsung pada peristiwa eksternal yang pada umumnya berada di luar kendali manajemen, seperti: ekonomi, pelanggan, pesaing, pemerintah dan lain sebagainya.
Peramalan permintaan memegang peranan penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan khususnya dibidang produksi. Aktivitas manajemen operasi menggunakan peramalan permintaan dalam perencanaan yang menyangkut skedul produksi, perencanaan pemenuhan kebutuhan bahan, perencanaan kebutuhan tenaga kerja, perencanaan kapasitas produksi, perencanaan layout fasilitas, penentuan lokasi, pemenuhan metode proses, penentuan jumlah mesin, desain aliran bahan dan lain sebagainya. Peranan ini disebabkan adanya tenggang waktu antara suatu peristiwa dengan kebutuhan mendatang.

                    A.        METODE PERAMALAN PERMINTAAN
Banyak jenis metode peramalan yang tersedia untuk manajemen. Namun yang lebih penting bagi para praktisi adalah bagaimana memahami karakteristik suatu metode peramalan agar cocok bagi situasi pengambilan keputusan tertentu. Secara umum metode peramalan dapat dibagi dalam dua ketegori utama, yaitu metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif dapat dibagi ke dalam deret berkala atau kurun waktu (time series) dan metode kausal, sedangkan metode kualitatif dapat dibagi menjadi metode eksploratoris dan normative.
Metode kuantitatif sangat beragam dan setiap teknik memiliki sifat, ketepatan dan biaya tertentu yang harus dipertimbangkan dalam memilih metode tertentu. Untuk menggunakan metode kuantitatif terdapat tiga kondisi yang harus dipenuhi, yaitu:
  • Tersedia informasi tentang masa lalu
  • Informasi tersebut dapat dikuantitatifkan dalam bentuk numeric
  • Diasumsikan bahwa beberapa pola masa lalu akan terus berlanjut

                    B.       METODE RUNTUN WAKTU
     Metode runtun waktu atau sering disebut metode deret waktu atau deret berkala menggambarkan berbagai gerakan yang terjadi pada sederetan data pada waktu tertentu. Langkah penting dalam memiliki metode runtunwaktu adalah dengan mempertimbangkan jenis pola data. Pola data dapat dibedakan menjadi empat jenis siklus dan trend (makriadis & wheelright, 1983), yaitu:
  • Pola horizontal, terjadi bilamana nilai data berfluktuasi di sekitar nilai rata-rata yang konstan
  •  Pola musiman, terjadi bilamana suatu deret dipengaruhi oleh factor musiman  
  • Pola siklus, terjadi bilamana datanya dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi jangka panjang seperti siklus bisnis 
  • Pola trend, terjadi bilamana terdapat kenaikan atau penurunan sekuler jangka panjang dalam data.

                     C.        METODE GERAKAN TREND
    Anggapan yang mengatakan bahwa garis trend seharusnya merupakan garis linear tidak selalu demikian. Terdapat empat cara yang biasa digunakan untuk mengukur gerakan trend, yaitu: 
  • Metode bebas (freehand method) 
  • Metode setengah-setengah (semi average method) 
  • Metode rata-rata bergerak (moving average method) 
  • Metode kuadrat terkecil (least quares method)


                      D.        METODE VARIASI MUSIM
     Terdapat empat cara yang umumnya digunakan untuk mengukur variasi musim, yaitu:
  • Metode rata-rata sederhana 
  • Metode perbandingan dengan trend
  • Metode relative berantara 
  • Metode perbandingan dengan rata-rata bergerak


 

Mega Pramita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez