Tuesday, 17 April 2012

Big Bang ~ Blue Lyric+Translate













ROMANISATION
Gyeouri gago bomi cha~jaojyo urin shideulgo
Geurium soge mami meong~deureotjyo
(I’m singing my blues~)Paran nunmure paran seulpeume gildeul eojyeo
(I’m singing my blues~)Tteun gureume nallyeo bonaen sarang OH OH

Gateun haneul dareun got neowana
Wiheom hanikka
Neoegeseo tteonajuneun geoya
Nimiran geuljae jeomhana
Bigeob hajiman
Naega motna sumneun geoya
Janinhan ibyeoreun sarangeui mallo
Geu eotteon maldo
Wiro dwel suneun eoptago OH
Ama nae insaengeui majimak meollo
Magi naeryeo oneyo ije

Taeeonaseo neol mannago
Jugeul mankkeum saranghago
Parahke muldeureo shirin nae maeum
Nuneul gamado neol neukkil su eopjanha

Gyeouri gago bomi cha~jaojyo urin shideulgo
Geurium soge mami meong~deureotjyo

(I’m singing my blues~)Paran nunmure paran seulpeume gildeul eojyeo
(I’m singing my blues~)Tteun gureume nallyeo bonaen sarang OH OH
Shimjangi meojeun geot man gata
Jeonjangi kkeutnago
Geu gose eoreo buteun neo wa na
Nae meorutsok saegyeojin trauma
I nunmul mareumyeon
Chokchokhi gieokhari nae sarang
Gwerobjido werobjido anha
Haengbogeun da honjatmal
Geu isange bokjabhan geon mot chama
Daesurobji amureohjido anha
Byeolsu eopneun banghwang
Saramdeureun watta ganda
Taeeonaseo neol mannago
Jugeul mankkeum saranghago
Parahke muldeureo shirin nae maeum
Neoneun tteonado nan geudaereul itjanhae
Gyeouri gago bomi cha~jaojyo urin shideulgo
Geurium soge mami meong~deureotjyo
Oneuldo paran jeo dalbit arae e
Na hollo jami deulgetjyo
Kkum sogeseodo nan geudaereul chaja
Hemae imyeo i noraereul bulleoyo~
(I’m singing my blues~)
Paran nunmure paran seulpeume gildeul eojyeo
(I’m singing my blues~)Tteun gureume nallyeo bonaen sarang
(I’m singing my blues~)Paran nunmure paran seulpeume gildeul eojyeo
(I’m singing my blues~)Tteun gureume nallyeo bonaen sarang OH OH



~~~~~~~~~~~~~[English Translation]~~~~~~~~~~~~ 
The winter had passed
And the spring has come
We have withered
And our hearts are bruised from longing

(I’m singing my blues)
Used to the blue tears, blue sorrow
(I’m singing my blues)
The love that I have sent away with the floating clouds, oh oh

Under the same sky, at different places
Because you and I are dangerous
I am leaving you
One letter difference from ‘nim’
It’s cowardly but I’m hiding because I’m not good enough
Cruel breakup is like the end of the road of love
No words can comfort me
Perhaps my lifetime’s last melodrama
Now its final curtain is coming down

I was born and I met you
And I have loved you to death
My cold heart that has been dyed blue
Even with my eyes closed, I can’t feel you
The winter had passed
And the spring has come
We have withered
And our hearts are bruised from longing



(I’m singing my blues)
Used to the blue tears, blue sorrow
(I’m singing my blues)
The love that I have sent away with the floating clouds, oh oh
I feel like my heart has stopped beating
You and I, frozen there, after a war
Trauma, that has been carved in my head
Once these tears dry up, I will moistly remember my love
I’m neither painful nor lonely
Happiness is all self-talk
I can’t stand something more complicated
It’s no big deal, I don’t care
Inevitable wandering, people come and go
I was born and I met you
And I have loved you to death
My cold heart that has been dyed blue
Even if you have left, I’m still here
The winter had passed
And the spring has come
We have withered
And our hearts are bruised from longing
Again tonight, underneath that blue moonlight
I will probably fall asleep alone
Even in my dreams, I look for you
And wander around while singing this song
(I’m singing my blues)
Used to the blue tears, blue sorrow
(I’m singing my blues)
The love that I have sent away with the floating clouds, oh oh


~~~~~~~~~~~~~~~~~[Indonesia Translation]~~~~~~~~~~~~~~
Musim dingin telah berlalu dan musim semi telah tiba
Kita merasa terpuruk dan hati kita sakit karena rindu
(Ku nyanyikan haru biruku) Terbiasa dengan air mata dan kesedihan yang biru
(Ku nyanyikan haru biruku) Cinta itu kukirim jauh dengan awan yang mengapung, oh oh
Dibawah langit yang sama, di tempat yang berbeda
Karena kau dan aku berbahaya
Aku meninggalkanmu
Satu kata yang berbeda…
Pengecut, tapi aku bersembunyi karena aku tak cukup baik
Kejam, putus seperti ini, akhir dari perjalanan cinta
Tak ada kata yang bisa menghiburku
Mungkin inilah sandiwara kesedihan terakhir dalam hidupku
Sekarang tirai akhirnya turun
Aku terlahir dan bertemu denganmu
Dan aku mencintaimu hingga mati
Hatiku yang dingin tercelup kesedihan
Pun dengan mataku yang tertutup, aku tak bisa merasakan dirimu
Musim dingin telah berlalu dan musim semi telah tiba
Kita merasa terpuruk dan hati kita sakit karena rindu
(Ku nyanyikan haru biruku) Terbiasa dengan air mata dan kesedihan yang biru
(Ku nyanyikan haru biruku) Cinta itu kukirim jauh dengan awan yang mengapung, oh oh
Ku merasa seperti jantungku berhenti berdetak
Kau dan aku, membeku disana, setelah perang
Trauma itu telah terpahat di kepalaku
Sekali air mata ini mengering, aku akan berlinang mengingat cintaku
Aku tidak sakit ataupun kesepian
Kebahagiaan adalah omong kosong
Ku tak bisa menahan sesuatu yang lebih rumit
Ini bukan urusan yang besar, aku tak peduli
Pengembaraan tak terelakan, orang datang dan pergi
Aku terlahir dan bertemu denganmu
Dan aku mencintaimu hingga mati
Hatiku yang dingin tercelup kesedihan
Pun dengan mataku yang tertutup, aku tak bisa merasakan dirimu
Musim dingin telah berlalu dan musim semi telah tiba
Kita merasa terpuruk dan hati kita sakit karena rindu
Malam ini lagi, dibawah cahaya bulan biru, Aku mungkin akan tertidur sendiri
Dalam mimpiku pun aku mencarimu, dan mengembara sementara menyanyikan lagu ini
(Ku nyanyikan haru biruku) Terbiasa dengan air mata dan kesedihan yang biru
(Ku nyanyikan haru biruku) Cinta itu kukirim jauh dengan awan yang mengapung, oh oh
(Ku nyanyikan haru biruku) Dengan air mata sedih, penderitaan sedih
(Ku nyanyikan haru biruku) Cinta itu kukirim jauh dengan awan yang mengapung, oh oh




Friday, 13 April 2012

Peran Pemuda dan Mahasiswa terhadap Kemajuan Bangsa (era dulu dan sekarang)


Demi penegakan suatu kepemimpinan yang adil dan baik tidak cukup dengan seorang pemimpin semata, tetapi peran pemuda dan mahasiswa dalam pembangunan dan kemajuan Indonesia sangat berperan penting untuk menyumbangkan pikiran,konsep sampai partisipasi dalam melaksanakan tugas sebagai warga Negara. Pemuda dan mahasiswa merupakan tonggak keberhasilan suatu negara dalam membentuk karakter bangsa. Pemuda dan  mahasiswa memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam berjalannya pemerintahan negara. Selain terus mengembangkan diri pada bidang ilmunya masing-masing, mahasiswa juga dijadikan tumpuan masyarakat untuk menjadi pengawas pemerintah dalam menjalankan roda kekuasaan negara. Mahasiswa dianggap kaum intelektual karena mempunyai pendidikan yang tinggi, sedangkan tidak semua orang sanggup dan mampu mencapainya peduli, karena untuk sebagian besar kaum  intelektual yang ada di negara, hanya mahasiswa yang mampu  merasakan dan mengimplementasikan kepeduliannya langsung kepada masyarakat dan negara idealis, karena belum ditunggangi oleh kepentingan golongan manapun, dan dianggap masih memiliki pemikiran terbuka dan lurus semata-mata demi kepentingan orang banyak. mahasiswa juga harus mempersiapkan dirinya sebagai generasi penerus bangsa.
Generasi Muda yang mempunyai banyak kumpulan orang-orang yang masih memunyai jiwa, semangat, dan ide yang masih segar dan dapat menjadikan Negara ini lebih baik, orang-orang yang mempunyai pemikiran yang visioner. sudah saatnya generasi muda bergerak dan melakukan perlawanan terhadap kaum-kaum tua yang memimpin negeri ini yang tidak berpihak kepada bangsa. Lingkungan sangat penting dalam kehidupan seorang manusia yang sukses,  kemampuanya menyesuaikan diri dengan lingkungannya. para pemuda dan mahasiswa yang telah membawa bakat kepemimpinan yang baik pasti akan  mampu menjadi pemimpin dikemudian hari dan memajukan bangsa.

 Peran penting pemuda telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, ketika menjatuhkan Soekarno (orde lama), dan juga pergerakan mahasiswa pada tahun 1998 yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. Ketika memperebutkan kemerdekaan dari penjajah belanda dan jepang kala itu, pemuda menjadi tulang punggung bagi setiap pergerakan perubahan ketika masa tersebut tidak sesuai dengan keinginan rakyat. Pemuda akan selalu menjadi orang yang membuat sejarah di setiap waktunya. Pemuda memang mempunyai posisi strategis dan istimewa.

Pemuda memiliki tanggung jawab yang begitu besar bagi berjalanannya suatu pemerintahan negara. Selain terus mengembangkan diri pada bidang ilmu, mahasiswa juga dijadikan tumpuan masyarakat untuk menjadi pengawas pemerintah dalam menjalankan kekuasaan negara. Mahasiswa dianggap kaum berpendidikan tinggi karena dapat menikmati pendidikan yang tinggi, sedangkan tidak semua orang sanggup dan mampu mencapainya; peduli karena sebagian besar kaum berpendidikan tinggi yang ada di negara, hanya mahasiswa yang mampu merasakan dan mengimplementasikan kepeduliannya langsung kepada masyarakat dan negara idealis, karena belum ditunggangi oleh kepentingan golongan manapun, dan dianggap masih memiliki pemikiran terbuka dan lurus semata-mata demi kepentingan orang banyak. Selain tanggung jawabnya untuk memenuhi anggapan masyarakat, mahasiswa juga harus mempersiapkan dirinya sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena  itu, kritik mahasiswa kepada pemerintahan saat ini harus ditanamkan ke diri mahasiswa itu sendiri, agar persoalan yang sama tidak terjadi lagi di masa depan saat para mahasiswa menjadi pemangku kebijakan negara. Komitmen untuk memperbaiki negara tidak hanya usai sampai kritik dan protes ke pemerintah saja, idealisme juga harus dijunjung setinggi-tingginya, hingga nanti mahasiswa siap terjun langsung untuk memangku kebijakan. Selain itu, lewat disiplin ilmunya, para mahasiswa juga harus bahu-membahu memajukan negara.

Generasi muda pada prinsipnya adalah suatu kelompok manusia Indonesia yang diharapkan mampu menjadi penerus kegiatan generasi tua yang dianggap baik. Generasi muda adalah sosok penerus kepemimpinan bangsa di masa depan yang lebih baik.

Sistem Ekonomi, Pendapatan Nasional, Pertumbuhan dan Struktur Ekonomi Indonesia


BAB 3 Sistem Ekonomi di Indonesia

A.    Pengertian sistem

Sebuah sistem pada dasarnya adalah suatu “organisasi besar” yang menjalin berbagai subjek (atau objek) serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu.

B.    Sistem ekonomi dan sistem politik
Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan, dalam suatu tatanan kehidupan.
Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek, barang-barang ekonomi sebagai objek, serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi. Perangkat kelembagaan dimaksud meliputi lembaga-lembaga ekonomi (formal maupun informal), cara kerja, mekanisme hubungan, hukum dan peraturan perekonomian.

Sistem ekonomi di sebuah negara berkaitan erat dengan sistem politik di negara bersangkutan, ideologi ekonomi berjalan seiring dengan ideologi politik.

Sistem ekonomi di suatu negara dikatakan bersifat khas, sehingga bisa di bedakan dari sistem ekonomi yang berlaku atau diterapkan di negara lain, berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti:
1.    Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi
2.    Keleluasaan masyarakat untuk saling berkompetisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya
3.    Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan, dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya

C.    Kapitalisme dan Sosialisme
Sistem ekonomi kapitalis mengakui pemilikan  individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Setidak tidaknya, terdapat keleluasaan yang sangat longgar bagi orang perorangan dalam atau untuk memiliki sumberdaya. Campur tangan pemerintah atau negara sangat minim. Pemerintah lebih berkedudukan sebagai “pengamat” dan “pelindung” perekonomian.
Sistem ekonomi sosialis adalah sebaliknya. Sumber daya ekonomi atau faktor produksi di klaim sebagai milik negara. Kadar campur tangan pemerintah sangat tinggi.
Sistem ekonomi campuran pada umumnya diterapkan oleh negara-negara berkembang atau negara-negara Dunia Ketiga (non blok)

D.    Persaingan terkendali

Iklim persaingan dan berekonomi  dam kompetisi berbisnis di Indonesia bukanlah persaingan yang bebas-lepas, melainkan oersaingan yang terencana-terkendali.
Dalam terminologi teori mikroekonomi atau ditinjau dari segi pengelolaan ekonomi, indonesia tidak sepenuhnya menyandar perekonomian pada mekanisme pasar. Dalam beberapa hal, pemerintah turut bermain dalam perekonomian. Peran sebagai stabilisator dan dinamisator ini dimainkan baik oleh lembaga-lembaga departemental (instansi teknis) pemerintah maupun melalui badan-badan usaha milik negara

E.    Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Untuk mengetahui seberapa tebal kadar Kapitalisme dan Sosialisme dapat dilihat dari 2 pendekatan
1.    Pendekatan faktual-struktural
Yakni menelaah peranan pemerintah atau negara dalam struktur perekonomian. Pada pendekatan faktual-struktural dapat digunakan Kesamaan Agregat Keynesian yang berumuskan Y = C + I +G + (X - M)
2.    Pendekatan sejarah
Yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa diorganisasikan dari waktu ke waktu. Dengan pendekatan sejarah dapat di pelajari betapa bangsa atau masyarakat kita tidak pernah dapat menerima pengelolaan makroekonomi yang terlalu berat ke kapitalisme ataupun sangat bias ke sosialisme.




BAB 4. Pendapatan Nasional, Pertumbuhan, dan Struktur Ekonomi

A.    Konsep-konsep pendapatan nasional Indonesia

Dalam arti sempit, pendapatan nasional adalah terjemahan langsung dari national income. Sedangkan dalam arti luas, pendapatan nasional dapat merujuk ke Produk Domestik Bruto (PDB) atau merujuk ke Produk Nasional Bruto (PNB), Produk Nasional Neto(PNN) atau Net National Product (NNP), atau merujuk ke Pendapatan Nasional (PN) alias National Income (NI) tadi.

B.    Metode penghitungan pendapatan nasional

Perhitungan pendapatan nasional Indonesia dimulai dengan Produk Domestik Bruto. PDB itu sendiri dapat dihitung atau diukur dengan tiga macam pendekatan yaitu:
a.    Pendekatan Produksi
Menurut pendekatan produksi PDB adalah jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Unit-unit produksi yg dimaksud secara garis besar dipilah-pilah menjadi 11 sektor atau lapangan usaha, yaitu:
1.    Pertanian               
2.    Pertambangan dan penggalian        
3.    Industri pengolahan          
4.    Listrik, gas dan air minum      
5.    Bangunan             
6.    Perdagangan
7.    Pengangkutan dan komunikasi
8.    Bank dan lembaga keuangan lainnya
9.    Sewa rumah

10.  Pemerintah
11.  Jasa-jasa

b.    Pendekatan Pendapatan
Menurut pendekatan pendapatan PDB adalah jumlah balas jasa yang di terim aoleh faktor-faktor yang turut serta dalam proses produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun. Balas jasa yang dimaksud meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan keuntungan.

c.    Pendekatan Pengeluaran
Menurut pendekatan pengeluaran PDB adalah jumlah seluruh komponen permintaan akhir meliputi:
1.    Pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari keuntungan
2.    Pembentukan modal tetap domestik bruto dan perubahan stok
3.     Pengeluaran konsumsi pemerintah
4.    Ekspor neto (yaitu ekspor dikurangi impor) dalam jangka waktu setahun

C.    Metode perhitungan pertumbuhan riil
Untuk menghitung pertumbuhan ekonomi riil, terlebih dahulu harus dihilangkan pengaruh perubahan harga yang melekat pada angka-angka agregat ekonomi menurut harga berlaku (current prices) sehingga terbentuk angka agregat ekonomi menurut harga konstan (constant prices) tahun tertentu. Dalam hal ini ada tiga metode untuk mengubah angka menurut harga konstan yaitu:
1.    Metode revaluasi
dilakukan dengan cara menilai produksi masing-masing tahun dengan menggunakan harga tahun tertentu yang dijadikan tahun dasar.
2.    Metode ekstrapolasi
dilakukan dengan cara memperbarui (updating) nilai tahun dasar sesuai dengan indeks produksi atau tingkat pertumbuhan riil dari tahun sebelumnya.
3.    Metode deflasi
dilakukan dengan cara membagi nilai masing-masing tahun dengan harga relatif yang sesuai (indeks harga x 1/100)

D.    Metode perhitungan nilai tambah

Untuk menghitung nilai tambah menurut harga konstan terdapat empat macam cara, yaitu:
1.    Metode  deflasi ganda
Dilakukan jika keluaran (output) menurut harga konstan dihitung terpisah dari masukan-antara (intermediate-input) menurut harga konstan.
2.    Metode ekstrapolasi langsung
Dilakukan dengan menggunakan perkiraan-perkiraan dari perhitungan keluaran menurut harga konstan atau langsung menggunakan indeks produksi yang sesuai.
3.    Metode deflasi langsung
Dilakukan dengan menggunakan menggunakan indeks harga implisit dari keluaran atau secara langsung menggunakan indeks hargaproduk yang sesuai, kemudian dijadikan angka pembagi terhadap nilai tambah menurut harga yang berlaku.
4.    Metode deflasi komponen
Dilakukan dengan cara mendeflasikan komponen-komponen nilai tambah atas pendapatan-pendapatan yang membentuk unsur nilai tambah atas pendapatan-pendapatan yang membentuk nilai unsur tersebut, yakni pendapatan tenaga kerja, modal dan manajemen.

E.    Pendapatan per kapita dan kemiskinan

Pertumbuhan ekonomi dihitung berdasarkan akan nilai-nilai riil produk domestik bruto (gross domestic product), bukan semata-mata menunjukan peningkatan produk atau pendapatan secara makro.
Pendapatan per kapita memang bukan merupakan satu-satunya tolak ukur untuk menilai tingkat kemakmuran suatu bangsa atau kesejahteraan rakyat sebuah negara. Penilaian kesejahteraan penduduk sebuah negeri tidak cukup hanya dengan melihat besar kecilnya pendapatan per kapita, tapi harus pula memperhatikan distribusi pendapatan itu di kalangan penduduk.
Tolak ukur lain mengenai kesejahteraan (sekaligus kemiskinan) penduduk sebuah negeri, yang bukan di tinjau dari aspek pendapatn sangat bervariasi. Ada yang (masih) berpendapatan ekonomi. Ada pula yang pendekatannya bukan ekonomi, yakni pendapatan sosial. Semua tolak ukur yang ada, baik yang berpendekatan nonekonomi maupun yang berpendekatan ekonomi. Dan untuk yang berpendekatan ekonomi baik yang ditinjau dari aspek pendapatan maupun di tinjau dari aspek nonpendapatan haruslah dilihat serta digunakan secara komplementer dan bukannya secara alternatif atau substitutif.
Tolak ukur-tolak ukur lain dimaksud misalnya angka harapan hidup (life expectancy), rasio dokter-penduduk (doctor-population ratio), indeks mutu kehidupan secara fisik (physical quality life of index), dan masih banyak lagi.

F.    Struktur ekonomi Indonesia

Struktur ekonomi sebuah negara dapat dilihat berdasarkan empat macam sudut tinjauan yaitu:
1.    Tinjauan makro-sektoral
=>   Sebuah perekonomian dapat berstruktur, misalnya agraris (agricultural), industrial (industrial), atau niaga (commercial), tergantung pada sektor produksi apa/ mana yang menjadi tulang punggung perekonomian yang bersangkutan.
2.    Tinjauan keruangan (spasial)
=>    Suatu perekonomian dapat dinyatakan berstruktur kedesaan/tradisioanal dan berstruktur kekotaan/modern. Hal itu bergantung apakah wilayah pedesaan dengan teknologinya yang tradisional yang mewarnai kehidupan perekonomian itu, ataukah wilayah perkotaan dengan teknologinya yang sudah relatif modern yang mewarnainya.
3.    Tinjauan penyelenggaraan kenegaraan
=>  Suatu perekonomian dapat menjadi perekonomian yang berstruktur etatis, egaliter, atau borjuis. Tergantung pada siapa atau kalangan mana yang menjadi pemeran utama dalam perekonomian yang bersangkutan.
4.    Tinjauan birokrasi pengambilan keputusannya
=>   Dengan sudut tinjauan ini dapat dibedakan antara struktur ekonomi yang sentralistis dan yang desentralistis

G.    Tinjauan makro-sektoral

Ditinjau secara makro-sektoral struktur ekonomi Indonesia sesungguhnya masih dualistis. Sumber mata pencaharian utama sebagian besar penduduk masih sektor pertanian. Dalam kaitan ini berarti struktur tersebut masih agraris. Akan tetapi penyumbang utama pendapatan nasional adalah sektor industri pengolahan. Dalam kaitan ini berarti struktur tersebut sudah industrial. Semua itu berarti bahwa secara makro-sektoral ekonomi Indonesia baru bergeser dari struktur agraris ke struktur yang industrial.

H.    Konsep-konsep pendapatan ditinjau kembali
Sejak beberpa tahun terakhir, konsep pendapatan nasional gencar digugat. Konsep konvesional yang ada dianggap kurang memadai untuk konteks sekarang. Terutama dalam kaitan dengan isu lingkungan hidup atau paradigma pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development). Konsep pendapatan nasional yang selama ini diterapkan dianggap belum memasukkan faktor biaya kerusakan lingkungan di dalam perhitungannya. Akibatnya bukan saja angka pendapatan nasional yang dihasilkan berlebihan (over-counted), tapi juga menyebabkan orang menjadi kurang peduli akan lingkungan hidup.
 

Mega Pramita Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez